Kuliah Perikanan ngapain coba? Ya inilah sekelumit pertanyaan yang sering gua denger dari kebanyakan orang. Karena memang gua kuliah di jurusan perikanan, jurusan yang mungkina aja lo ga mau masuk.
Setelah menginjak kelas 3 sma, itulah masa-masa dimana kita sebagai pelajar menentukan mau kemana kita selanjutnya. Dan kebanyakan dari temen gua memilih untuk kuliah dijurusan yang favorit seperti kedokteran, teknik, dan lain-lain. Tapi tidak untuk gua, karena gua lebih memilih jurusan perikanan. Hampir tidak ada temen gua yang minat di perikanan. karena mungkin mereka menganggap kuliah di perikanan itu madesu.
Gua kuliah di perikanan bukan tanpa alasan. Gua ngelihat laut kita yang sangat luas, dan sangat sedikit orang yang mau terjun didalamnya. Apalagi setelah terpilihnya menteri Susi Pudjiastuti sebagai menteri KKP yang baru membuat langkah saya untuk kuliah diperikanan semakin besar.
Ingat nenek moyang kita seorang pelaut bukan seorang petani, dokter ataupun engineer. Dan gua yakin cerahnya masa depan gua bukan didarat tapi dilaut.
Diary Si Kecebong
Sunday, 17 January 2016
Ini tentang Si Kecebong
Halo semua, sebut saja aku Mike. Aku menulis blog ini karena iseng aja sih, pengen ngungkapin semua hal yang aku alami. Entah itu tentang keluarga, teman, pendidikan dan apapun itu. Soalnya aku bingung mau bercerita kepada siapa, karena boleh dibilang kalo aku ini pendiem.
Aku terlahir dari sebuah keluarga yang cukup sederhana. Aku merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Aku terlahir di kota Cilacap, sebuah kota kecil di sudut barat daya Jawa Tengah. Dan sekarang usiaku sekitar 18 tahun. Boleh dibilang usia yang sudah bukan anak kecil lagi.
Sekarang aku tinggal di Semarang untuk melanjutkan studiku Di Universitas Diponegoro. Salah satu universitas ternama di Indonesia. Kuliah di UNDIP ada sedihnya ada juga senangnya. Sedih karena harus berpisa dengan keluarga yang membesarkanku selama 18 tahun. Tapi nggak sedih amat sih, kan bisa pulang tiap libur semester. Senangnya karena bisa berkuliah di universitas ternama, yang untuk masuk pun susahnya minta ampun.
Tinggi badanku sekitar 163cm, dan berat badanku sekitar 55 kg. Bukan badan yang ideal sih. Kulitku sedikit hitam yang membuatku kurang percaya diri untuk tampil didepan umum. Hal ini yang membuatku malas bertemu orang orang, apalagi kalo dia orang kaya.
Aku termasuk anak yang tidak suka banyak bicara terutama didepan orang yang belum aku kenal. Bahkan kalo disuruh presentasi didepan kelas aku selalu berusaha menghindar, karena pasti nanti keringat dingin. Ngga enak sih punya sifat kayak gini, karna ngga banyak yang bisa ku lakukan bersama orang-orang diluaran sana.
Yah begitulah sedikit tentang aku dan kehidupanku ini. Terimakasih yang udah mau baca walaupun aku tahu tulisan ini ngga menarik.
Aku terlahir dari sebuah keluarga yang cukup sederhana. Aku merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Aku terlahir di kota Cilacap, sebuah kota kecil di sudut barat daya Jawa Tengah. Dan sekarang usiaku sekitar 18 tahun. Boleh dibilang usia yang sudah bukan anak kecil lagi.
Sekarang aku tinggal di Semarang untuk melanjutkan studiku Di Universitas Diponegoro. Salah satu universitas ternama di Indonesia. Kuliah di UNDIP ada sedihnya ada juga senangnya. Sedih karena harus berpisa dengan keluarga yang membesarkanku selama 18 tahun. Tapi nggak sedih amat sih, kan bisa pulang tiap libur semester. Senangnya karena bisa berkuliah di universitas ternama, yang untuk masuk pun susahnya minta ampun.
Tinggi badanku sekitar 163cm, dan berat badanku sekitar 55 kg. Bukan badan yang ideal sih. Kulitku sedikit hitam yang membuatku kurang percaya diri untuk tampil didepan umum. Hal ini yang membuatku malas bertemu orang orang, apalagi kalo dia orang kaya.
Aku termasuk anak yang tidak suka banyak bicara terutama didepan orang yang belum aku kenal. Bahkan kalo disuruh presentasi didepan kelas aku selalu berusaha menghindar, karena pasti nanti keringat dingin. Ngga enak sih punya sifat kayak gini, karna ngga banyak yang bisa ku lakukan bersama orang-orang diluaran sana.
Yah begitulah sedikit tentang aku dan kehidupanku ini. Terimakasih yang udah mau baca walaupun aku tahu tulisan ini ngga menarik.
Subscribe to:
Comments (Atom)